Interview Pekerjaan dengan Gaji Lebih Dari 20 Juta

INTERVIEW Pekerjaan dengan gaji lebih dari 20 jt

Pubblicato da Anti Loyo su mercoledì 16 maggio 2018

Bekerja adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh seorang karyawan dalam bidang tertentu. Lamanya waktu bekerja, terkadang membuat karyawan tersebut menjadi bosan dan juga jenuh. Bosan dan jenuh secara terus menerus bisa mendorong pikiran Anda menjadi stres dan tubuh pun menjadi lebih lelah

Hal tersebut tidak akan terjadi jika Anda, sebagai karyawan melakukan beberapa hal berikut ini yang hasilnya dapat meningkatkan produktifitas kerja.

1. Temukan apa yang membuat Anda bahagia

Terdengar picisan, namun percayalah ini akan berhasil. Tidak peduli apa yang Anda lakukan atau di mana Anda berada, mulailah bahagia sejak detik ini.

Mulai dengan mencari sesuatu untuk disyukuri; setiap orang memiliki setidaknya satu hal kecil untuk disyukuri. Entah itu lokasi kantor yang strategis dekat dengan pusat jajanan enak, secangkir kopi hangat bikinan si mbak yang selalu menyambut Anda di pagi hari, atau bahkan sekadar bayangan kasur dan bantal hangat yang menanti kepulangan Anda di rumah.

2. Buat meja kerja senyaman rumah Anda

Karena Anda menghabiskan begitu banyak waktu terpaku di meja kerja, jika Anda ingin bekerja lebih semangat dan lebih produktif, mengapa tidak menghias meja kerja dengan gaya khas Anda, misalnya dengan membawa boneka, pajangan meja, tas makeup cadangan, bingkai berisi foto anggota keluarga atau kekasih hati, atau mungkin poster idola kesayangan? Dengan begitu, Anda bisa membuat diri Anda nyaman dan santai di kantor, layaknya di rumah sendiri. Tentu harus disesuaikan dengan kebijakan perusahaan, ya!

Yang perlu diingat, meja yang berantakan adalah pertanda pikiran yang berantakan. Jadi, seramai apapun dekorasi meja Anda, tetap usahakan agar bersih dan rapi teratur. Waktu yang Anda habiskan mencari kertas-kertas penting yang terselip di suatu tempat setiap hari adalah waktu tambahan yang sebenarnya bisa Anda gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan Anda.

BACA JUGA: Manfaat Tidur Siang untuk Pekerja Kantoran

3. Istirahat saat Anda mulai merasa jenuh

Setelah ngopi dan sarapan sebentar, pagi hari memang menjadi waktu yang paling tepat untuk menumpahkan segala tenaga dan pikiran untuk bekerja. Begitu jarum jam bergeser sedikit menuju sore hari…

Kok rasanya mata sudah mulai berat, ya? Untuk menghindari kepergok si bos saat sedang curi-curi tidur siang, coba bangkit dari kursi untuk ngulet atau jalan-jalan sebentar; mungkin ke pantry untuk isi air minum, ke toilet untuk cuci muka, atau keluar gedung untuk cari cemilan sore. Selingan singkat dari pekerjaan benar-benar dapat meningkatkan produktivitas Anda dengan memompa aliran darah segar mengalir lancar sehingga memungkinkan Anda untuk kembali memelototi pekerjaan dengan mata segar.

4. Kurangi multitasking

Meski bekerja erat hubungannya dengan multitasking, ngotot untuk menyelesaikan lebih dari satu tugas berbarengan justru bisa membuang waktu berharga daripada bermanfaat. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang-orang yang mencoba untuk melakukan dua atau lebih kegiatan sekaligus malah menjadi mudah teralihkan pikirannya, dan kualitas pekerjaan mereka buruk.

Fokus selesaikan satu tugas di satu waktu sebelum beralih ke proyek berikutnya. Tak tahu harus mulai dari mana? Contek trik pomodoro untuk bantu Anda lebih fokus bekerja.

BACA JUGA: Dampak Buruk yang Bisa Terjadi Akibat Multitasking

5. Hindari makan siang porsi besar

Saat kelaparan, sepiring besar nasi padang dan semangkuk es campur tampak sangat menggoda iman. Tapi jangan salah, makan siang membabi buta seperti ini justru hanya akan mengisi perut anda dengan gula sederhana yang hanya menyediakan energi tinggi namun sebentar. Hasilnya, Anda akan semakin loyo dan mengantuk di sore hari.

Sebaliknya, bagi porsi makan Anda dalam 4-5 kali sesi cemilan sehat kaya akan protein, serat, dan antioksidan yang akan membuat Anda kenyang dan tetap fokus lebih lama. Misalnya, secangkir greek yogurt dan granola bar menjelang makan siang, kemudian semangkuk oatmeal dengan topping granola, buah-buahan, dan madu di sore hari.

6. Temukan kembali alasan Anda bekerja sebenarnya

Pada tahun 1983 Steve Jobs meyakinkan CEO Apple di masa depan John Sculley untuk meninggalkan pekerjaannya di PepsiCo dengan melontarkan satu pertanyaan: “Apakah Anda ingin menghabiskan sisa hidup Anda berjualan air berperisa atau Anda ingin mengubah dunia?”

Mengapa ini efektif? Selain menyentil rasa ingin tahu dan imajinasinya, pertanyaan tersebut memberi Scully kesempatan untuk melakukan sebuah pekerjaan yang memiliki arti baginya. Hal ini juga telah didukung oleh penelitian dari Wharton profesor manajemen Adam Grant, yang telah menemukan bahwa karyawan yang tahu bagaimana pekerjaan mereka memiliki makna dan dampak positif pada orang ain tidak hanya merasa lebih bahagia daripada mereka yang tidak, namun juga jauh lebih produktif.

Tak peduli seberapa besar tujuan akhirnya — menemukan obat penyembuh HIV/AIDS atau memberi tawa pada pembaca Anda — ketika Anda terlibat dalam kegiatan yang berarti bagi Anda, Anda akan bekerja lebih semangat, lebih terinspirasi, puas, termotivasi, dan bahagia.

7. Rayakan kemenangan, sekecil apapun

Setiap kali Anda menyelesaikan satu tugas dari daftar harian yang bejibun, kelegaan yang Anda rasakan akan mendorong otak untuk melepaskan senyawa kimia dopamine yang bertanggung jawab untuk mood positif. Entah itu dengan makan malam romantis dengan pasangan, membeli gadget baru, menikmati sepotong permen, atau meluangkan waktu untuk memanjakan diri dengan pergi ke bioskop atau nyalon, dorongan dopamin akan memberikan Anda motivasi lebih banyak untuk semakin bergerak maju dan melakukan lebih banyak lagi.

BACA JUGA: Ternyata, Bengong Justru Bikin Kita Lebih Produktif

Ketika terjebak di masa-masa sulit, coba untuk mengingat kesuksesan di masa lalu — tak peduli seremeh apapun itu — untuk membantu meningkatkan semangat dan kepercayaan diri untuk melanjutkan pekerjaan Anda. Keyakinan Anda terhadap kemampuan diri sendiri terbukti dapat mencerminkan hasil kerja nyata yang lebih positif di tempat kerja.

8. Tersenyumlah

Mengenang memori indah seperti contoh di atas juga akan membuat Anda tersenyum. Sesuatu yang sederhana seperti tersenyum dapat meningkatkan kebahagiaan Anda di tempat kerja karena memberitahu otak untuk menjadi lebih bahagia, berkat pelepasan senyawa neuropeptida. Tersenyum juga “menular” sehingga membuat rekan kerja di sekitar Anda ikut tersenyum dan bekerja lebih semangat.

9. Temukan sahabat di tempat kerja

Christine Riordan menyatakan di Harvard Business Review bahwa karyawan yang memiliki teman dekat di tempat kerja melaporkan bekerja lebih semangat. Pekerjaan mereka juga jadi lebih menyenangkan, dapat dinikmati, bermanfaat, dan memuaskan. Selain itu, memiliki sekelompok teman di tempat kerja dapat menyediakan dukungan, rasa persaudaraan, dan loyalitas. Siapa sih, yang tidak ingin ramai-ramai hangout karaoke-an merayakan kesuksesan proyek atau sekadar melepas stres?

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

error: Content is protected !!